SUMU.OR.ID – Perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi pengusaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan pertumbuhan bisnis. Namun, perubahan algoritma, platform, format konten, hingga strategi iklan digital menuntut pelaku usaha untuk terus beradaptasi.
Semangat tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Kopdar SUMU Jawa Barat 2026 yang digelar Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) bersama Lembaga Pengembang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LP-UMKM) PWM Jawa Barat di Hall Evermos Center, Jalan Dago, Kota Bandung, Ahad (9/8/26).
Dalam kegiatan tersebut, Koordinator Nasional Serikat Internet Marketers (Imers) Muhammadiyah (Ilham Taufiq Mulyadi), salah satu subkomunitas di bawah SUMU, turut memperkenalkan perspektif dan strategi pemasaran digital melalui sesi “Strategi Internet Marketing yang Berkemajuan”.
Serikat Imers hadir sebagai bagian dari ekosistem SUMU untuk menjadi ruang berhimpun, belajar, dan berkolaborasi bagi para pelaku usaha serta praktisi yang bergerak di bidang internet marketing dan bisnis digital. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat kapasitas digital para pengusaha Muhammadiyah sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi sebagai instrumen pengembangan usaha.
Dalam pemaparannya, Ilham menjelaskan bahwa dunia internet marketing terus mengalami perubahan. Algoritma, platform, channel, sistem, format konten, jaringan, biaya iklan, hingga eksekusi merupakan sejumlah aspek yang terus bergerak. Namun, di tengah perubahan tersebut, terdapat satu fondasi yang tetap penting, yaitu kepercayaan.
“Perubahan digital harus dihadapi dengan kemampuan untuk beradaptasi. Pengusaha tidak cukup hanya hadir di platform digital, tetapi perlu memahami bagaimana membangun aset dan fondasi digital yang kuat,” menjadi pesan utama yang dibawa dalam sesi tersebut.
Ilham juga mendorong pelaku usaha untuk berpikir lebih berkemajuan dalam membaca pasar serta mengembangkan strategi digital.
Menurutnya, pertumbuhan bisnis tidak semestinya dipandang sebagai beban, tetapi sebagai proses yang perlu dijalani melalui pembelajaran dan eksperimen secara berkelanjutan. “Growth bukan beban. Growth adalah petualangan,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan kepada para peserta.
Selain strategi pemasaran, Ilham juga menekankan pentingnya membangun aset digital sebagai aset bisnis. Website, database, kanal komunikasi, maupun berbagai platform digital perlu diperlakukan secara serius sebagaimana aset fisik perusahaan. Fondasi yang kuat, kepatuhan (compliance), dan orkestrasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan.
Kehadiran Serikat Imers menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem komunitas berbasis keahlian di dalam SUMU. Melalui subkomunitas ini, pengusaha Muhammadiyah yang memiliki kompetensi dan aktivitas di bidang internet marketing diharapkan dapat saling terhubung, berbagi pengetahuan, membuka peluang kolaborasi, serta membantu pengusaha lain dalam memperkuat transformasi digital bisnisnya.
Kopdar SUMU Jawa Barat 2026 sendiri diikuti sekitar 150 pengusaha dan pelaku ekonomi Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa Barat. Dengan mengusung tema “Ekosistem Usaha Berkemajuan: Mewujudkan Industrialisasi Indonesia”, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antarpelaku usaha Muhammadiyah.
Melalui Serikat Imers, SUMU mendorong agar transformasi digital tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi berkembang menjadi kekuatan bisnis, jejaring, dan kolaborasi yang mampu mempercepat pertumbuhan pengusaha Muhammadiyah dan memperkuat ekosistem ekonomi berkemajuan.

































































































































































































































































































