Kopdar SUMU Bogor Raya Bekali Pelaku UMKM Strategi Menembus Pasar Global
SUMU.OR.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Bogor Raya mendorong pelaku usaha untuk memperkuat fondasi bisnis sekaligus mulai mempersiapkan diri memasuki pasar global. Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan Kopi Darat (Kopdar) bertema “Membangun Fundamental Bisnis yang Berorientasi Pasar Global” yang digelar di PT Mudalaya Energy Indonesia, Jalan Raya Pemda, Karadenan, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu (27/9/26).
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas wawasan mengenai ekspor, serta membangun jejaring kolaborasi di lingkungan Muhammadiyah. Agenda dipandu oleh Sekretaris Jenderal SUMU Bogor Raya, Roby Kurniawan.
Kopdar turut dihadiri anggota SUMU Bogor Raya serta perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Cibinong. Keterlibatan unsur persyarikatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarorganisasi Muhammadiyah dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.
Silaturahmi sebagai Dasar Penguatan Ekonomi
Koordinator Daerah SUMU Bogor Raya, Anang Yudi Riswanto, ST, MM, dalam materi pembuka menekankan pentingnya silaturahmi sebagai fondasi dalam membangun gerakan ekonomi yang kuat.
Menurut Anang, hubungan antarpelaku usaha tidak semestinya berhenti pada perkenalan, tetapi perlu dikembangkan menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, menemukan peluang, dan membangun kolaborasi yang saling menguntungkan.
“Silaturahmi menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya gerakan usaha. Dari pertemuan seperti ini, kita bisa saling menguatkan, berbagi peluang, dan menghubungkan kapasitas usaha masing-masing agar memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Anang.
Ia mengatakan, Kopdar SUMU Bogor Raya diharapkan tidak sekadar menjadi forum promosi produk maupun pertukaran kontak bisnis. Lebih dari itu, forum tersebut diarahkan untuk membangun kepercayaan dan mempertemukan kebutuhan pasar dengan kapasitas para anggota.
Ekspor sebagai Jalan Pertumbuhan dan Kemandirian
Sementara itu, materi utama mengenai strategi memasuki pasar global disampaikan M. Luqmanul Hakim, pengusaha, dosen, sekaligus eksportir yang memiliki pengalaman bisnis di 15 negara.
Luqman mengajak pelaku UMKM melihat pasar global sebagai peluang pertumbuhan yang membutuhkan persiapan matang. Menurutnya, perubahan lanskap bisnis dan semakin ketatnya persaingan di pasar domestik membuat pelaku usaha perlu memiliki strategi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
“Pasar global adalah peluang, tetapi untuk masuk ke sana kita tidak cukup hanya memiliki produk. Kita harus memastikan kualitas, harga, kemasan, kapasitas produksi, hingga kemampuan memenuhi kebutuhan buyer secara konsisten,” kata Luqman.
Ia menjelaskan, ekspor dapat membuka akses terhadap pasar yang lebih luas sekaligus menciptakan peluang permintaan berulang. Namun, pelaku usaha perlu membangun sumber calon pembeli yang beragam dan tidak hanya bergantung pada satu platform.
Sejumlah kanal dapat dimanfaatkan untuk memperoleh prospek, antara lain Google, media sosial, marketplace ekspor seperti Alibaba dan Etsy, pameran perdagangan, hingga forum business matching.
Luqman juga menekankan pentingnya membangun kemandirian data pelanggan. Menurutnya, pelaku usaha perlu mengembangkan kanal yang memungkinkan mereka berhubungan secara langsung dengan calon pembeli sehingga hubungan bisnis tidak sepenuhnya bergantung pada algoritma atau kebijakan satu platform.
“Jangan hanya berpikir bagaimana menjual barang. Pikirkan masalah apa yang ingin diselesaikan oleh buyer. Ketika kita bisa membantu buyer dari sisi produk, dokumen, pengiriman, sampai proses negosiasi, kita tidak sekadar menjadi penjual, tetapi menjadi partner bisnis,” jelasnya.
Dalam sesi tersebut, peserta juga diajak memahami pentingnya menemukan produk unggulan atau winning product sebelum memperluas pasar. Produk tersebut harus didukung kualitas yang konsisten, harga kompetitif, kemasan yang sesuai, kapasitas produksi yang terukur, serta rantai pasok yang dapat diandalkan.
Selain itu, kesiapan perizinan, modal kerja, dokumen ekspor, hingga komunikasi dengan pihak forwarder menjadi aspek penting yang perlu dipahami oleh calon eksportir.
Bagi pelaku usaha yang baru memulai, Luqman menyarankan agar proses memasuki pasar global dilakukan secara bertahap. Pelaku UMKM dapat memulai dari transaksi dengan risiko yang terukur, belajar dari eksportir yang telah berpengalaman, serta membangun tim dengan budaya kerja yang disiplin.
“Pertumbuhan bisnis tidak bisa hanya mengandalkan semangat sesaat. Kita perlu membangun sistem, memperbesar nilai transaksi secara bertahap, memperkuat margin, dan terus memperluas sumber leads,” ujarnya.
Luqman juga mengingatkan pelaku usaha agar memiliki wawasan mengenai perkembangan ekonomi dan geopolitik global. Perubahan kondisi global dapat memengaruhi permintaan, rantai pasok, biaya logistik, maupun peluang pasar sehingga pengusaha perlu terus membaca situasi dan menyesuaikan strategi.
“Pengusaha harus lincah menguji pasar, melihat respons pelanggan, kemudian memperbaiki strategi. Yang penting adalah menjaga disiplin dan terus bergerak meskipun hasilnya belum langsung terlihat,” tambahnya.
Melalui Kopdar tersebut, SUMU Bogor Raya menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem pengusaha Muhammadiyah yang profesional, saling terhubung, dan memiliki orientasi pertumbuhan. Sinergi dengan PCM dan PRM Cibinong juga diharapkan dapat berkembang menjadi berbagai program kolaboratif dalam memperkuat ekonomi warga Muhammadiyah di Kota dan Kabupaten Bogor.
SUMU Bogor Raya membuka ruang bagi pelaku usaha, profesional, dan calon pengusaha yang ingin belajar, memperluas jejaring, serta berkolaborasi dalam penguatan ekonomi umat. Bergabunglah bersama SUMU Bogor Raya untuk bertumbuh dalam ekosistem pengusaha Muslim yang berkemajuan dan siap memberi manfaat bagi masyarakat.
