Skip links

Di Era AI, Semua Bisa Berkarya: Pelajaran Bisnis dari Indonesia Digital MeetUp 2026

Oleh: Viqri Maulana Fachreza  | Editor: Team Serikat Usaha Muhammadiyah

JAKARTA – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Pusat menghadiri hari kedua Qlola by BRI Indonesia Digital MeetUp 2026 (IDM26) pada Jumat (16/10/2026) di Convention Hall Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta. Viqri Maulana Fachreza mewakili SUMU Pusat dalam kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga sesi penutupan.

Kehadiran SUMU Pusat merupakan tindak lanjut atas undangan Direktur Utama SMESCO Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang. Sebagai badan layanan umum di bawah Kementerian UMKM, SMESCO Indonesia terus mendorong percepatan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Indonesia Digital MeetUp 2026 menjadi salah satu upaya untuk memperluas pemanfaatan teknologi digital di kalangan pelaku usaha.

IDM26 diselenggarakan oleh Kementerian UMKM, SMESCO Indonesia, dan Volare. Memasuki edisi ketiga setelah penyelenggaraan pada 2022 dan 2023, acara ini berlangsung selama dua hari, 15–16 Oktober 2026. Lebih dari 20 pembicara nasional dan internasional hadir dalam rangkaian sesi diskusi, sementara lebih dari 30 stan startup, perangkat digital, dan platform bisnis meramaikan area pameran.

Mengusung tema “Where Business Meets AI”, IDM26 menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mengeksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai peluang bisnis.

Membangun Dunia Kreatif dengan AI

Sesi siang menghadirkan Brillian Fairiandi, AI Visual Director, yang membawakan materi bertajuk “Beyond the Prompt: Building Creative Worlds with AI”. Ia menjelaskan bahwa AI tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menghasilkan gambar berdasarkan perintah, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membangun dunia visual dan karya kreatif yang lebih utuh.

Melalui AI, kreator memiliki ruang eksplorasi yang semakin luas untuk mengembangkan ide, bereksperimen dengan konsep visual, dan menghasilkan karya dengan pendekatan baru. Brillian menekankan bahwa teknologi ini membuka peluang kreativitas yang nyaris tanpa batas.

Bagaimana AI Mengubah Bisnis dalam Lima Tahun ke Depan?

Sesi berikutnya diisi oleh Adhiguna Kuncoro, DPhil, Senior AI Researcher sekaligus Volare AI Advisor. Dalam paparan bertajuk “Beyond the Hype: How AI Will Change Every Business in the Next 5 Years”, ia mengajak pelaku usaha melihat perkembangan AI secara realistis dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia bisnis.

AI tidak seharusnya dipandang hanya sebagai tren teknologi yang sedang populer. Perkembangannya berpotensi mengubah proses kerja, model bisnis, dan cara perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan. Karena itu, pelaku usaha perlu mulai memahami serta mengintegrasikan teknologi ini sesuai kebutuhan bisnisnya.

Qlola by BRI Dorong Efisiensi Transaksi Bisnis

Pada sesi selanjutnya, perwakilan BRI memperkenalkan Qlola by BRI, platform wholesale banking yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola berbagai kebutuhan perbankan melalui satu sistem terintegrasi.

Platform ini menyediakan layanan pengelolaan kas (cash management), layanan perdagangan (trade services), dan value chain. Pemanfaatan AI, risk intelligence, serta otomasi operasional turut mendukung pengelolaan aktivitas bisnis. Penggunanya mencakup perusahaan domestik, perusahaan domestik dengan cabang di luar negeri, hingga perusahaan multinasional.

Dalam paparan kinerja Semester I 2026, Qlola mencatat 109,2 ribu pengguna aktif, meningkat 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai transaksinya mencapai Rp6.857 triliun, tumbuh 37 persen. Berdasarkan paparan dalam acara tersebut, pertumbuhan ini disebut sebagai yang tertinggi di industri.

Data tersebut memperlihatkan bagaimana pemanfaatan teknologi digital dapat mendukung pengelolaan transaksi dan operasional perusahaan dalam skala besar.

Kepercayaan dan Relevansi Tetap Menjadi Pembeda

Menjelang penutupan, Atta Halilintar, content creator, pengusaha, sekaligus Founder AHHA Corp, membawakan sesi bertajuk “Why People Choose You: Trust, Relevance, and Winning Attention in the AI Era”.

Atta menyoroti bahwa di tengah derasnya arus konten dan semakin mudahnya akses terhadap AI, kepercayaan dan relevansi tetap menjadi faktor penting yang membuat seseorang memilih sebuah merek.

Di era ketika everyone can create atau siapa saja bisa berkarya, menghasilkan konten bukan lagi satu-satunya keunggulan. Pelaku usaha perlu membangun pembeda yang membuat mereknya tetap diingat dan dipilih oleh pelanggan.

AI dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pekerjaan, meningkatkan produktivitas, serta membantu proses pengambilan keputusan. Namun, penggunaannya perlu diarahkan untuk memperkuat strategi bisnis, bukan sekadar menghasilkan konten dalam jumlah besar.

Atta juga menyampaikan pesan, “Consistency builds recognition, trust needs repetition.” Konsistensi membangun pengenalan, sedangkan kepercayaan membutuhkan pengulangan. Artinya, sebuah merek perlu hadir secara berkelanjutan dengan pesan dan nilai yang konsisten agar semakin dikenal dan dipercaya oleh pelanggan.

Relevansi bagi Gerakan Usaha Persyarikatan

Berbagai pembahasan dalam IDM26 memiliki relevansi dengan upaya Serikat Usaha Muhammadiyah dalam memperkuat kemandirian ekonomi Persyarikatan. Berdasarkan informasi di laman sumu.or.id, SUMU memiliki lebih dari 6.000 anggota yang tersebar di 280 kota/kabupaten, dengan lebih dari 2.000 bisnis anggota.

SUMU juga memiliki cita-cita jangka panjang untuk mendorong 30 anggotanya masuk dalam daftar 100 orang terkaya di Indonesia pada 2045. Untuk mendukung tujuan tersebut, SUMU menjalankan berbagai program unggulan, antara lain SUMU Pro, SUMU Catalyst, SUMU Venture Builder, SUMU Connect, dan SUMU Exclusive Club. Program-program ini berfokus pada pendampingan, kolaborasi, dan penguatan jejaring bisnis.

Bagi SUMU, pemanfaatan teknologi digital dan AI menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan daya saing usaha anggota. Teknologi dapat membantu pelaku usaha bekerja lebih efisien, mengambil keputusan dengan lebih tepat, serta mengembangkan strategi yang relevan dengan perubahan pasar.

Namun, perkembangan teknologi juga perlu diimbangi dengan kemampuan membangun kepercayaan, menjaga konsistensi, dan memahami kebutuhan pelanggan. Di tengah persaingan yang semakin ketat, keunggulan bisnis tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat teknologi digunakan, tetapi juga oleh nilai dan manfaat yang mampu diberikan kepada pelanggan.

Melalui kehadiran di Indonesia Digital MeetUp 2026, SUMU Pusat berharap dapat memperluas wawasan dan jejaring untuk mendukung pengembangan usaha anggota. Pengalaman ini menjadi bagian dari upaya mendorong anggota SUMU agar semakin adaptif terhadap perubahan, mampu memanfaatkan peluang digital, dan terus memperkuat kontribusinya bagi kemandirian ekonomi Persyarikatan.

Hari kedua IDM26 ditutup menjelang petang setelah rangkaian sesi yang membahas kreativitas, transformasi bisnis, pemanfaatan teknologi perbankan, serta pentingnya kepercayaan dalam membangun merek di era AI.

This website uses cookies to improve your web experience.
Home
Program
Events
Insight
Layanan